sedang Marak,Berikut Tips Mengenali Ponsel BM atau Black Market

Sudah sejak lama Indonesia adalah surganya barang-barang bajakan atau selundupan atau istilah kerennya adalah BM alias Black Market. Disebut begitu karena peredaranya tidak lewat jalur resmi atau jalur belakang tanpa melalui ijin yang berwenang dalam hal ini kemkominfo serta aparat bea cukai.Kalau dulu peredaran barang BM disebabkan karena tingginya permintaan pasar pada perangkat ponsel terutama yang berharga murah karena kalau lewat jalur resmi dipastikan berharga mahal. Smartphone termasuk barang mewah yang aturan pajak serta cukai yang harus dibayar oleh distributor resmi yang mendatangkan ke Indonesia.

tips mengenali ponsel bm atau black market

Meski sudah banyak upaya pencegahan namun tetap saja barang BM tetap beredar, apalagi saat ini ada aturan TKDN atau Tingkat kandungan dalam negeri khusus smartphone yang mendukung 4G semakin membuat pasar hitam itu makin menjadi jadi. Awalnya TKDN mensyaratkan kandungan lokal smartphone dari luar baik hardware ataupun software harus mencapai 20% tahun ini dan harus 30% tahun depan. Beberapa vendor mentaati aturan ini dengan membuat pabrik perakitan di Indonesia seperti Samsung contohnya yang membuat perakitan di cikarang.Sementara yang lain belum jelas komitmennya untuk memenuhi aturan tersebut. Bahkan sebagian mengakali aturan tersebut dengan menjual smartphone dengan menyembunyikan status 4Gnya sehingga seolah-olah hanya smartphone 3G saja. Disinyalir penjualan Xiaomi Redmi 3,Coolpad Fancy serta iPhone SE menggunakan cara seperti ini.

Tips Mengenali Ponsel Bm atau Black Market

Lalu adakah tips mengenali ponsel Bm atau Black market? ternyata ada seperti yang kami kutip dari situs okezone.Berikut adalah cara mengenali ponsel BM atau black market diantaranya yaitu:

-Harga
Produk Bm biasanya dijual dengan harga lebih miring dari harga pasar karena tidak membayar kewajiban pajak dan cukai seperti layaknya barang resmi. Jadi kalau ada smartphone baru dijual dengan harga yang sama atau tidak berbeda jauh dengan harga di pabriknya di luar negeri maka anda patut curiga itu adalah barang BM.
-Tidak tersedia bahasa Indonesia
Terkadang smartphone BM yang dijual di pasar dalam negeri sejatinya hanya untuk negera tertentu misalnya Tiongkok dll dan bukan untuk internasioanal sehingga tidak menyediakan opsi bahasa lokal.Namun tentu saja untuk saat ini sudah banyak ponsel yang dari sononya sudah diinstall berbagai bahasa di dunia sehingga seolah-olah resmi untuk negara tersebut.
-Garansi

Nah yang satu ini termasuk yang paling sulit diakali dan paling mudah untuk mengenali sebuah smartphone tersebut legal atau tidak yaitu lewat garansi yang ditawarkan.Kalau ponsel tersebut berani menawarkan garansi pabrik maka besar kemungkinan itu produk resmi namun jika hanya memberi jaminan toko saja maka anda patut curiga itu adalah barang BM.

Demikian tips mengenali ponsel BM atau black market versi markastekno,semoga dengan informasi ini maka anda bisa lebih berhati-hati serta waspada jika ingin membeli smartphone baru dengan embel-embel harga murah karena bisa jadi anda akan berurusan dengan aparat berwajib.Serta tentunya akan repot kalau mengalami kesulitan karena hanya digaransi oleh toko.