Mitos Seputar Ngecash Ponsel Yang Perlu Kamu Tahu

Sebagai pengguna ponsel aktif tentu saja kebutuhan penggunaan smartphone semakin besar untuk berbagai aktifitas. Bahkan sekarang setiap orang nyaris tidak ada yang tidak tergantung pada hape dalam kehidupan sehari. Mulai dari telpon menelpon,chatting ataupun yang paling sering adalah bersosmed. Nah celakanya aktifitas yang seabrek itu akan membuat daya tahan baterai semakin cepat habis otomatis menyebabkan anda harus sering ngacash ponsel bukan? dari beberbagai aktifitas itu muncul ungkapan-ungkapan yang belum tentu kebenarannya. Untuk itu dalam edisi kali ini kami sajikan mitos seputar ngecash ponsel ini yang kami sadur dari tabloidpulsa.co.id:

mitos ngecas ponsel


1.ngecash semaleman akan merusak ponsel
ungkapan ini bisa jadi benar ketika beberapa tahun silam ketika era dimana teknologi ponsel masih belum maju. Saat ini kebanyakan ponsel sudah dilengkapi teknologi yang memungkinkan ponsel membuang strum listrik jika memang baterai sudah penuh. Walaupun demikian sebisa mungkin memang ngecash dihentikan ketika sudah penuh karena ngecash dalam waktu lama biasanya menimbulkan efek panas yang terkadang bisa merusak. Kalau hanya sesekali lupa cabut charger seharian penuh ya no problemlah.
2. Kosongkan Baterai Sebelum diisi kembali
pasti kamu-kamu pernah dengerkan orang bilang seperti itu ? katanya dengan mengkosongkan baterai baru kemudian diisi bisa membuat baterai awet.Padahal justru sebaliknya menurut tabloidpulsa ponsel harus diisi secepat mungkin sebelum habis bersih bahkan sangat direkomendasikan segera ngecash ketika posisi sudah dibawah 50%.
3. Semua Jenis charger asal socket sama bisa dipakai
Untuk yang satu ini sering dilakukan kamu-kamu yang sering kehilangan charger lalu sembarangan pakai charger punya temannya untuk ngecash hpmu. Sekali dua kali tidak masalah namun para ahli berpendapat tidak semua charger sama, satu gadget dengan yang lain berbeda daya dan input dan outputnya.Itulah sebabnya semua smartphone masing-masing dibekali charger bawaan agar smartphone itu mendapatkan input power yang sesuai. Jadi meskipun socketnya sama belum tentu charger lain mempunyai daya sama sehingga bisa menimbulkan berbagai masalah dari yang panas sampai yang fatal terbakar.
4. Tak perlu Mematikan Ponsel saat ngecash
ungkapan itu ada benarnya memang tidak harus mematikan atau power off ketika ngecah tapi bukan berarti tidak perlu sama sekali. Menurut beberapa ahli mematikan ponsel sesekali bisa membuat daya tahan baterai lebih kuat.Untuk itu dianjurkan untuk mematikan ponsel setidaknya seminggu sekali untuk memperpanjang pemakain baterai.
5. Saat ngecash hape jangan dipakai
sekali lagi mitos ini hanya berlaku jika anda memakai charger abal-abal yang bisa merusak ponsel karena sejatinya tidak ada pengaruh pemakain dengan ngecash.Anda tetap bisa memakai disaat yang sama hape sedang dichash. Kalaupun ada resiko justru dari petir ketika hujan. Ada beberapa pemberitaan terjadinya sambaran petir lewat ponsel ketika seseorang memakai ponsel ketika hujan dan pada saat yang sama menancapkan colokan ke listrik untuk ngecash. Jadi sebaiknya ketika kondisi hujan jangan ngecash atau kalaupun terpaksa tetap isi baterai sebaiknya jangan sambil dipakai atau dimatikan saja.

Demikian tadi tip seputar mitos ngecash hape yang sering kita temui disekeliling kita. Semoga dengan artikel ini kita semakin bijak dalam penggunaan ponsel terutama saat isi baterai atau ngecash. Saat ini ditengah begitu bangat aplikasi yang dipakai kita harus bisa memilah dan memilih aplikasi android boros baterai untuk sedikit mungkin kita pakai.