Masuk Indonesia Besok, Redmi 3 Prime Menuai Kritik

Salah satu perangkat smartphone kelas atas dari Xiaomi akan resmi masuk Indonesia besok. Perangkat tersebut adalah Xiaomi Redmi 3 Prime yang mulai bisa diorder secara online mulai tangal 26-28 Agustus mendatang. Markastekno mendapat bocoran berita ini dari fans page resmi xiaomi Indonesia serta beberapa situs ecommerce lokal seperti blibli.com serta erafone.com yang sudah ada display soal ini.

Redmi 3 Prime

Baru juga akan rilis kehadiran smartphone ini ternyata mengundang banyak kritik di medsos terutama di fans page tersebut. Yang banyak menuai kritikan tentu saja adalah soal seri yang diusung bukanlah seri baru bahkan di India sudah beredar Redmi 3S Prime yang lebih update. Memang smartphone Xiaomi yang resmi beredar di Indonesia tidak banyak. Paling gampang menandai adalah semua yang diedarkan oleh erafone berarti memang resmi. Redmi Note 3 yang sebelumnya memang sudah resmi masuk namun meski demikian kehadiran Redmi 3 Prime dinilai agak terlambat.

Hal lain yang menuai kritikan tajam adalah soal penamaan yang terkesan asal beda karena kalau dilihat spesifikasi yang ada Redmi 3 Prime adalah nama lain dari Redmi 3 Pro dengan mengusung spek Prosesor Qualcomm Snapdragon 616 Octa-core 1.5GHz (maks),Layar 5 inchi 1280×720 HD IPS,Kamera belakang 13MP dengan PDAF,Kamera depan 5MP. Baterai 4000/4100mAH (min/typ) Lithium-ion plymer, Sensor sidik jari,serta RAM 3GB dan media simpan internal 32GB. Tetap dengan dual simcard hibrid artinya salah satu bisa diisi dengan microsd. Jadi kalau spek sama kenapa harus pakai nama berbeda? ada yang bisa jawab?

Kritik terakhir adalah seputar fasilitas 4G LTE di Redmi 3 Prime yang ternyata juga masih dikunci sama dengan smartphone Xiaomi yang lain seperti Redmi Note 3. Padahal sejatinya sudah support 4G tapi di Indonesia tidak bisa dipakai,percuma khan. Ibarat punya mobil sport ferarri tapi kecepatanya dikunci hanya 50km/jam,mending beli avanza” begitu kata salah satu netizen. Hal itu rupanya adalah upaya pihak Xiaomi untuk mengakali aturan TKDN pemerintah Indonesia. Hingga hari ini Xiaomi memang tidak punya komitmen untuk membangun pabrik atau bekerjasama dengan vendor lokal Indonesia agar bisa mengoperasikan fasilitas 4G nya. Padahal vendor raksasa semacam Samsung dan Asus saja sudah komit dengan TKDN dan dapat menjual bebas ponsel 4G nya.

Kesimpulan markastekno, meski belum tahu harga yang dibandrol besok namun kalau anda sudah punya redmi Note 3 sebaiknya tidak usah ganti dulu karena walaupun ada peningkatan spek tapi desain nyaris sama dan sama-sama tidak bisa untuk 4G LTE. Tapi tentu saja keputusan ada ditangan anda,bukan?