Kelebihan kekurangan Asus Zenfone 3 ZE520KL

Sebagaimana yang sudah markatekno sampaikan beberapa waktu lalu bahwasanya Asus telah merilis seri terbaru zenfone 3 di Bali dimana markastekno menjadi salah satu pesertanya. Selain ikut memeriahkan acara yang dihadiri BCL markastekno juga berkesempatan untuk menjajal hand on secara langsung Zenfone 3 ZE520KL. Ini adalah salah satu versi Zenfone 3 basic yang dihadirkan oleh Asus di Indonesia dari sekian banyak varian yang bakal hadir secara bertahap.Untuk itulah berikut kami hadirkan info lebih detail tentang kelebihan dan kekurangan Asus Zenfone 3 ZE520Kl yang sudah mulai dijual di Indonesia.

kelebihan dan kekurangan asus zenfone 3 ze520kl

Meski sudah ada perbandingan Asus Zenfone 3 ZE550KL vs Oppo F1 Plus tapi tidak ada salahnya jika kita telaah lebih dekat dengan seri yang lebih basic ini. Zenfone 3 series ini adalah seri yang benar-benar berbeda dari seri Zenfone yang pernah dibuat Asus sebab tidak lagi mengusung desain yang bisa dibuka bodinya (removable) menjadi unibodi. Bentuk casing plastik melengkung pada bagian belakang juga sudah menghilang. Jadi kalau slogan Zenvolution memang benar adanya sebagai filosopi ponsel asal Taiwan tersebut.

Dibanding seri lama bodi Zenfone 3 lebih ramping dengan ketebalan hanya 7,7 mm saja. Kesan mewah langsung dipancarkan begitu kita melihat bodinya yang berkilauan, karena baik bagian depan maupun belakang terdapat kaca 2.5D yang dilapisi kaca corning gorilla glass 3. Sementara itu rangkanya terbuat dari metal yang dipercantik dengan list chrome disisi depan dan belakang. Desain khas Zen masih terlihat jelas menjadi filosopi desain ponsel ini. Kalau dibandingkan bodinya memang ada kemiripan dengan Galaxy A 2016 punya Samsung.

Apalagi layar telah mengadopsi resolusi FHD dengan sudut pandang yang luas serta bisa mengatasi efek sinar matahari. Untuk mengubah atau meningkatkan kontrast dan temperatur layar anda bisa memanfaatkan menu splendid yang terdapat didalamnya. Layar juga sangat sensitif dengan sentuhan bahkan dengan jari berbalut sarung tanganpun masih bisa merespon.

Beralih ke bagian depan atas terdapat 2 tool yaitu kamera 8 MP yang bersanding dengan LED Notification disampingnya. Sementara bagian bawah layar terdapat fisik atau softbutton back,home dan recent app. Tapi lagi-lagi asus tidak memberi lampu pada ketiga tombol tersebut sehingga kalau di tempat gelap anda bisa bingung meraba tempatnya. Sementara untuk bagian sama sekali beda dengan Zenfone 2, selain kaca mengkilat kamera utama tidak rata alias menonjol keluar. Hal itu agak mengganggu jika hp tersebut diletakan dimeja karena akan terlihat tidak rata. Meskipun tidak perlu khawatir rusak karena sudah dilindungi dengan bahan shafir yang kuat. Dibawah kamera yang menonjol tersebut ada kotak memanjang yang bukan lagi volume rocker seperti zenfone 2 namun adalah tombol sidik jari. Tombol sidik jari ini support 360 derajat, bisa diset 5 jari sekaligus. Selain untuk membuka lockscreen tombol ini juga bisa untuk menerima telepon dan memotret.

Beralih ke sisi samping kiri dimana terdapat slot simcard yang dapat dibuka dengan menggunakan pinset bawaan paket pembelian. Hal tersebut agak merepotkan jika pinset tersebut hilang tentu anda harus menjcari jarum sebagai penggantinya. Oh ya simcard tersebut pakai sistem hibrid artinya bisa diisi 2 kartu sim sekaligus atau satu kartu sim dan satu microsd untuk menambah memori eksternal.

Selanjutnya kita tengok bagian bawah dimana terdapat port USB type-C yang pertama disematkan di zenfone. Dengan port jenis tersebut proses transfer data maupun charging bisa lebih cepat meski smartphone ini tidak dibekali fitur quick charging. Disampingnya ada speaker yang dibekali teknologi sonicmaster untuk menghasilkan suara jernih apalagi jika mendengar lewat earphone pasangan zenfone 3 ini. Sayang earphone tersebut dijual terpisah dan tidak disertakan dalam paket penjualan.

lanjut OS —>